Minggu, 06 November 2011

Tata Cara Bangunan menurut Asta Kosala Kosali (Fengshui ala Bali)

Landasan Filosofis, Etis, Ritual Landasan Filosofis. Hubungan Bhuwana Alit dengan Bhuwana Agung. Pembangunan perumahan adalah berlandaskan filosofis bhuwana alit bhuwana agung. Bhuwana Alit yang berasal dari Panca Maha Bhuta adalah badan manusia itu sendiri dihidupkan oleh jiwatman. Segala sesuatu dalam Bhuwana Alit ada kesamaan dengan Bhuwana Agung yang dijiwai oleh Hyang Widhi. Kemanunggalan antara Bhuwana Agung dengan Bhuwana Alit merupakan landasan filosofis pembangunan perumahan umat Hindu yang sekaligus juga menjadi tujuan hidup manusia di dunia ini. Unsur-unsur pembentuk. Unsur pembentuk membangun perumahan adalah dilandasi oleh Tri Hit a Karana dan pengider- ideran (Dewata Nawasanga). Tri Hita Karana yaitu unsur Tuhan/ jiwa adalah Parhyangan/ Pemerajan. Unsur...

Asta Kosala Kosali untuk Rumah Bali

Asta Kosala Kosali merupakan sebuah cara penataan lahan untuk tempat tinggal dan bangunan suci. penataan Bangunan yang dimana di dasarkan oleh anatomi tubuh yang punya. Pengukurannya pun lebih menggunakan ukuran dari Tubuh yang mpunya rumah. mereka tidak menggunakan meter tetapi menggunakan seperti Musti (ukuran atau dimensi untuk ukuran tangan mengepal dengan ibu jari yang menghadap ke atas), Hasta (ukuran sejengkal jarak tangan manusia dewata dari pergelangan tengah tangan sampai ujung jari tengah yang terbuka) Depa (ukuran yang dipakai antara dua bentang tangan yang dilentangkan dari kiri ke kanan) Jadi nanti besar rumahnya akan ideal sekali dengan yang punya rumah. begitu. Selain itu, konsep ini juga berdasarkan oleh kepercayaan masyarakat Bali akan Buana Agung (makrokosmos) dan Buana...

Membangun Pura dengan Kesadaran Mendasar

Kesadaran mendasar dalam membangun pura memang seharusnya melestarikan landasan konseptualnya. Peranan dinas, instansi yang mengambil alih peran krama, dengan pengalihan hak atas bukti pura dan kebijakan meniadakan prosesi pratima yang ditinggal krama yang tidak lagi ngayah kini tanpa karang ayahan, merupakan gejala kesadaran palsu yang terjadi dalam beberapa kasus. Proses Membangun Pura Berawal dari nyanggra pengempon, pengemong dan penyiwi, dilanjutkan dengan nyanyan dialog ritual dengan sesuhunan yang distanakan di pura yang dibangun. Tujuannya, untuk mendapatkan kesepakatan atas kesepahaman sekala-niskala apa dan bagaimana membangun pura. Kemudian dengan penetapan program dan penjadwalannya sesuai subadewasa dilakukan nyikut, ngruak karang dan nyangga ngurip gegulak, ngadegang sanggar...

Asta Kosala Kosali dan Pembangunan Pura/Sanggah

Asta Kosala dan Asta Bumi Yang dimaksud dengan Asta Kosala adalah aturan tentang bentuk-bentuk niyasa (symbol) pelinggih, yaitu ukuran panjang, lebar, tinggi, pepalih (tingkatan) dan hiasan. Yang dimaksud dengan Asta Bumi adalah aturan tentang luas halaman Pura, pembagian ruang halaman, dan jarak antar pelinggih. Aturan tentang Asta Kosala dan Asta Bumi ditulis oleh Pendeta: Bhagawan Wiswakarma dan Bhagawan Panyarikan. Uraian mengenai Asta Kosala khusus untuk bangunan Padmasana telah dikemukakan pada bab: Hiasan Padmasana, Bentuk-bentuk Padmasana dan Letak Padmasana. Asta Bumi menyangkut pembuatan Pura atau Sanggah Pamerajan adalah sebagai berikut: Tujuan Asta Bumi adalah: Memperoleh kesejahteraan dan kedamaian atas lindungan Hyang Widhi Mendapat vibrasi kesucian Menguatkan bhakti kepada...

Kidung Pitra Yadnya

Nedunang layon pacang nyiramang (Menurunkan Jenazah untuk dimandikan) Cewana - Girisa Ata sedengira mantuk sang suralaga ringayun. Tucapa aji wiratan. Karyasa nagisi weka. Pinahajongira laywan sang putra mala piniwa. Pada litu hajenganwam. Lwir kandarpa pina telu. Lalu laranira nasa sambat putranira pejah. Lakibi sira sumengkem ring putra luru kinusa. Ginamelira ginanti kang laywan lagi ginugah. Inutusira masabda kapwa ajara bibi aji. Nyiramang layon - Memandikan Jenazah. Bala - Ugu Bala ugu dina melah, manuju tanggal sasih. Pan Brayut panamaya. Asisig adyus akramas. Sinalinan wastra petak. Mamusti madayang batis. Sampun puput maprayoga, tan swe ngemasin-mati. Ikang layon ginosongan, ne istri tuhu satya, de ...

Kidung Menusa Yadnya (Perkawinan)

Kawitan Tantri - Pendahuluan. Wuwusan Bhupati. Ring Patali nagantun. Subaga wirya siniwi. Kajrihin sang para ratu. Salwaning jambu warsadi. Prasama hatur kembang tahon. Tuhu tan keneng api. Pratapa sang prabu Kesyani ruktyeng sadnyari. Sawyakti Hyang Hari Wisnu. Nitya ngde ulaping ari. Sri dhara patra sang katong. Wetning raja wibawa, mas manik penuh. Makinda yutan ring bahudanda. Sri Narendra, Sri Singapati, Ujaring Empu Bhagawanta. Ridenira panca-nana. Bratang penacasyan. Hatur Hyang Dharma nurageng bhuh. Kadi kreta yuga swapurneng nagantun Kakwehan sang yati. Sampun saman jayendrya. Weda Tatwa wit. Katinen de Sri Narendra. Nityasa...

Kidung Dewa Yadnya

Kawitan Warga Sari - Pendahuluan sembahyang Purwakaning angripta rumning wana ukir. Kahadang labuh. Kartika penedenging sari. Angayon tangguli ketur. Angringring jangga mure. Sukania harja winangun winarne sari. Rumrumning puspa priyaka, ingoling tangi. Sampun ing riris sumar. Umungguing srengganing rejeng Pangayat - Menghaturkan sajen Kidung Warga Sari Ida Ratu saking luhur. Kawula nunas lugrane. Mangda sampun titiang tanwruh. Mengayat Bhatara mangkin. Titiang ngaturang pajati. Canang suci lan daksina. Sami sampun puput. Pratingkahing saji. Asep menyan majagau. Cendana nuhur dewane, Mangda Ida gelis rawuh. Mijil saking luhuring langit. ...

Babad

"Gunamantra sang Dasaratha, wruh sira ring weda bhakti ring dewa, tar malupeng pitrēpuja, masih sireng swagotra kabeh (Ramayana, I.4)." Krisis moneter yang berkepanjangan telah menimbulkan krisis baru dalam berbagai bidang kehidupan politik, sosial budaya, bahkan moral masyarakat Indonesia, tak terkecuali masyarakat Bali. Krisis tersebut sangat potensial menimbulkan konflik, baik konflik eksternal maupun internal, dan konflik dapat memicu terjadinya disintegrasi. Di sisi lain, bangsa Indonesia (termasuk masyarakat Bali) sangat kaya dengan peninggalan budaya atau warisan budaya masa lampau. Salah satu warisan budaya tersebut adalah naskah. Di antara berbagai jenis naskah, babad merupakan salah satu jenis karya sastra sejarah yang masih hidup dan berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat...

Babad Pasek

Zaman bahari tatkala nusa Bali dan Lombok masih berkeadaan goncang, sebagai perahu di atas lautan selalu goyang dan oleng. Nusa Bali dan Lombok ketika itu hanya ada gunung di Bali, bagian Timur gunung Lempuyang namanya. Bagian selatan gunung Andakasa, bagian Barat gunung Watukaru, bagian Utara Gunung Mangu namanya dan pula gunung Bratan. Sebab itu mudahlah oleh Hyang Haribhawana menggoyangkan nusa ini. Dengan demikian bhatara Pasupati sangat belas kasihan melihat halnya pulau Bali ini, maka berkenanlah Bhatara membongkar sebagian lereng gunung Mahameru, dibawa ke Pulau Bali dan Lombok, si Badawang nala diperintahkan diam bertahan di pangkal gunung, Sang Anantabhoga dan Naga Basuki menjadi tali gunung itu, sedang Naga Taksaka menerbangkan. Diturunkan di Bali pada hari Kamis Keliwon wuku Merakih,...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review